Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 1 | Sejarah Islam
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 1 | Sejarah Islam
Keadaan Bangsa Arab Sebelum Kenabian
Animisme (menyembah berhala) adalah kepercayaan mayoritas bangsa Arab, dan karena mereka menganut faham animisme yang bertentangan dengan agama yang lurus ini, maka masa kehidupan mereka dinamakan masa jahiliyah. Sesembah mereka selain Allah yang paling terkenal dalah Latta, Uzzah, Manat, dan Hubal. Namun, ada juga bangsa arab yang memeluk agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Dan hanya beberapa individu yang jumlahnya sedikit yang masih berpegang teguh pada agama Hanif, agama Nabi Ibrahim.
Kehidupan perekonomian di gurun pasir ketika itu, secara keseluruhan bergantung pada kekayaan pengembalaan hewan ternak. Sedangkan kehidupan di perkotaan adalah bercocok tanam dan perniagaan. Sebelum Kedatangan Islam, Mekkah merupakan kota perniagaan terbesar di jazirah Arab, sebagaiman disana dijumpai peradaban yang maju dibeberapa tempat.
Namun sayangnya, dalam kehidupan sosial mereka, kezaliman telah menyebar dimana-mana. Tidak ada hal sedikitpun bagi kaum lemah, mereka selalu menindas kaum lemah, mengubur hidup-hidup anak perempuan, merusak kehormatan perempuan, perzinaan dan mabuk-mabukan merajalela, dan sering terjadi perang atntar kabilah.
Putra dari Dua Orang yang Dikorbankan
Suku Quraisy ketika itu membanggakan Abdul Mutthalib, kakek Rasulullah dengan keturunan dan kekayaannya. Salah satu keturunan Abdul Mutthalib ialah Abdullah. Abdullah adalah putra Abdul mutthalib yang paling ia cintai, terlebih setelah peristiwa penebusan, dan setelah Abdullah dewasa tampak pada keningnya pancaran-pancaran sinaryang tidak dijumpai pada orang lain. Ketika Abdullah telah beranjak dewasa, ayahandanya memilihkannya seorang gadis dari Bani Zuhrah yang bernama Aminah binti Wahab lalu mereka dengan batu . Setelah pernikahan itu, pancaran cahaya yang memancar dari dahinya pindah dan menetap di dalam perut aminah.
Setelah tiga bulan dari kehamilan Aminah yang mengandung Rasulullah, Abdullah keluar kota bersama rombongan dagang ke negeri Syam. Dalam perjalanan pulang Abdullah mengalami sakit keras sehingga ia menetap di Madinah dengan paman-pamannya. Dan akhirnya ajal menjemputnya dan di sini pula ia dikebumikam.
Rasulullah lahir pada tanggal 12 Rabi'ul awwal 571 Masehi, yang bertepatan dengan tahun gajah.
Kisah Pasukan Gajah
Ringkasan kisah pasukan gajah adalah ketika Abrahah al-Habsyi gubernur Yaman melihat bangsa Arab berbondong-bondong ke Mekkah untuk menunaikan haji. Maka ia membangun gerja besar di Shan'a dan ia mengalihkan bangsa Arab untuk menunaikan ibadah haji di sana. Hal ini didengar oleh seorang dari Bani kinanah, salah satu suku Arab, lalu ia memasuki gereja tersebut dan melumuri temboknya dengan kotoran.
Tatkala mengetahu hal itu, Abrahah berkobar marah dan segera berangkat menuju Ka'bah dengan membawa pasukan yang berjumlah 60,00 personel untuk menghancurkan Ka'bah. Ia memilih untuk dirinya seekor gajah paling besar sebagi tumpangang, sementara pada pasukannya terdapat sembilan ekor gajah. Tat kala pasukan gajah-gajah bersiap-siap untuk masuk kota Mekkah, pasukan gajah tersebut diam dan tidak beranjak maju ke Ka'bah. Dan ketika mereka mengrahkannya ke arah lain, gajah-gajah tersebut bangkit dan bergegas melangkah. Namun ketika mereka palingkan ke Ka'bah lagi, gajah-gajah tersebut kembali diam tak bergerak.
Ketika itulah, Allah mengutu kepada mereka burung burung-burung Ababil (yang berbondong-bondong) untuk melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah yang terbakar, dan membuat mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. Sementara itu Abrahah mengalami penyakit yang membuat jari jemarinya rontok, dan ia pun menemui ajalnya.
Sedangkan kaum Quarisy, mereka berpencar-pencar di jalan-jalan setapak yang ada pada kaki-kaki gunung. Peristiwa ini terjadi 50 hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad.
Peristiwa Pembelahan Dada
Pada suat hari, ketika itu Muhammad berusia empat tahun, tepatnya disaat beliau bersama putra Halimah (Halimah adalah wanita yang menyusui Rasulullah ketika kecil) bermain jauh dari perkemahan. Datanglah putra Halimah dengan raut muka yang cemas. Ia memnita agar halimah menyusul saudaranya Muhammad, dan Halimah pun menanyakan apa yang terjadi. Kemudian anak ini berkata: "Sungguh saya melihat dua orang laki-laki berpakaian putih, merka mengambil Muhammad dari kami dan menelentangkannya, lalu mereka mebelha dadany".
Halimah pun berlari menghampiri Muhammad yang berdiri di tempatnya tanpa bergerka, dengan muka yang kekuning-kuningan dan pucat, lalu dengan rasa cemas Halimah menanyakan pada Muhammad apa yang terjadi pada dirinya.
Lalu Muhammad memberitahukan bahwasannya dia dalam keadaan baik, dan menceritakan bahwa ada dua orang laki-laki berpakaian putih yang mengambilnya, membelah dadanya untuk mengeluarkan hatinya, lalu mengeluarkan segumpal darah hitam darinya, lalu membuangnya. Lalu mencuci hatinya dengan air dingin dan mengembalikannya ke dalam rongga tubuh untuk kemudian mengusap dadanya. Setelah itu mereka meninggalkan tempat dan menghilang.
Halimah berusaha meraba-raba tempat dada yang dibelah, ia tidak melihat bekas sedikitpun, kemudian ia kembai bersama Muhammad ke rumahnya. Menjelang fajar pada hari berikutnya, Halimah mengantarkan Muhammad ke ibunya, Aminah yang berada di Mekkah.
Aminah keluar Muhammad yang yatim itu ke Yastrib (Madinah) untuk mengunjungi paman-pamannya dari Bani Najjar dan menetap beberapa hari disana. dan dalam perjalanan pulang, Aminah meninggal dunia di daerah Abwa'. Muhammad menjadi yatim piatu saat usianya baru berusia empat tahun. Dan setelah itu Muhammad diasuh dan dibesarkan oleh kakeknya Abdullah. Saat berusia enam tahun Muhammad ditinggal kakeknya yang telah meninggal dunia. Setelah itu Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Saat diasuh Abu Thalib inilah Muhammad mendapatkan gelar Al-Amin karena Muhammad sangat jujur dan amanah.
Saat beranjak dewasa, Muhammad mulai mandiri mencari biaya hidupnya sendiri. Maka mulailah beliau bepergian untuk bekerja dan berusaha. Beliau bekerja sebagai pengembala kambing bagi beberapa orang Quraisy dan menerima upahnya.
Kemudian Muhammad segera bergabung dengan rombongan dagang ke negeri Syam. Rombongan ini dibiayai oleh Khadijah binti Khuwailid. Dalam rombongan ini, Khadijah mewakilkan hartanya kepada Maisarah, pembantunya sekaligus orang yang mengatur segala urusannya. Dengan keberkahan dan keamanahan Rasulullah, perdagangan Khadijah mendapatkan laba yang belum pernah terjadi. Lalu ia bertanya kepada Maisarah perihal laba yang menigkat itu. Maisarah bercerita bahwa Muhammad bin Abdullah yang menangani urusan barang dan penjualan, dan dia pula yang menghadapi orang-orang dengan sangat mengagumkan. Sehingga laba yang bisa diperoleh tanpa ada unsur penganiayaan. Dari cerita Maisarah tersebut lah Khadijah mengenal beberapa hal dari Muhammad dan mulai mengaguminya.
Khadijah sebelumnya pernah menikah, namun kemudian suaminya meninggal dunia. Lalu ia ingin mencoba lagi bahter rumah tangga lagi dengan Muhammad bin Abdullah. Maka iapun mengutus salah seorang kerabatnya untuk mengetahui tanggapan Muhammad bin Abdullah dalam urusan tersebut, pada kala itu Muhammad masih berusia 25 tahun. Kemudian datanglah seorang wanita untuk menawarkan kepada beliau agar mau menikah dengan Khadijah, dan beliau pun menyetujuinya. Akhirnya mereka pun menikah dan masing-masing merasa bahagia. Setelah itu, Muhammad mengambil alih dalam hal mengatur kekayaan Khdijah, dan beliau membuktikan kepiawaian dan kemampuannya. Secara berturut-turut, Khadijah hamil dan melahirkan hingga memeliki beberapa orang putri yang bernama Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah, serta dua orang putra yang bernama Qasim dan Abdullah yang keduanya meninggal dunia ketika kecil.
Demikian Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 1 | Sejarah Islam, sampai ketemu lagi pada jilid berikutnya.
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 2
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 3
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 4
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 5
Sumber: Kantor Bimbingan dan Penyuluhan orang asing Zulfi, yang dicetak dan diedarkan oleh Departemen Agama, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan, Kerajaan Saudi Arabia.
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 3
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 4
Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jilid 5
Baca juga:
Advertisement
